Recent Posts

settia

UNI EROPA MASIH NGOTOT MENOLAK SAWIT INDONESIA, DAN JOKOWI TETAP LARANG NIKEL ORE


INDONESIA menggugat UE di WTO karena masalah Ekspor Sawit dan Produk turunannya seperti Biodiesel.

Gugatan itu diajukan terhadap kebijakan REWABLE ENERGY DIRECTIV II  DAN DELEGATED REGULATION UNI EROPA, yang dianggap MENDIKRIMINASIKAN Produk Kelapa Sawit Indonesia.

Kewajiban ini mewajibkan Anggota UE menggunakan bahan bakar dari sumber Energi yang Terbarukan ( renewable Energy source) mulai tahun 2020 hingga tahun 2030.

Kebijakan ini juga mengategorikan minyak kelapa sawit ke dalam kategori komoditas yang memiliki Indirect Land Use Change.

 

( ILUC) beresiko tinggi bukan termasuk energi yang Terbarukan.

Pemerintah Indonesia keberatan dengan kebijakan tersebut, ini akan berdampak buruk pada kinerja Ekspor minyak kelapa Sawit Indonesia ke UE dan juga memberikan Citra buruk untuk produk kelapa sawit di perdagangan Global.

Sekarang ini memang lagi pada gila sumber Energi Terbarukan, salah satu yang sedang jadi Primadona adalah kendaraan listrik, yang artinya baterai akan jadi barang yang sangat laris manis di pasaran.


Dengan bahan mentahnya adalah Nikel, dan Indonesia memiliki sekitar 3,57 Miliar Ton dan sebagian besarnya berkadar rendah ( limonite Nickel ) yang sangat cocok untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Cadangan yang melimpah ini akan menjadi kan Indonesia Sebagai Raja Baterei Listrik Dunia. Bayangkan dulu negara di Timur Tengah adalah Raja minyak bumi, banyak dari negara tersebut yang kaya raya.

Dimasa depan Indonesia akan bernasib kurang lebih sama, menjadi raja sumber Energi Terbarukan,  kalau dikelola dengan baik, bisa dibayangkan seperti apa negara ini Makmur dan kaya.

Atas dasar inilah PEMERINTAH mulai melarang ekspor bijih Nickel mulai tahun 2020, larangan Ekspor mineral mentah sejalan dengan upaya hilirisasi agar industri peleburan dan pemurnian  Smelter di dalam Negeri bisa berjalan.

Sehingga mineral mentah yang diolah dalam Negeri menjadi barang yang siap ekspor untuk memperbaiki defisit neraca berjalan dan menambah lapangan pekerjaan.

Akibat dari larangan Ekspor ini, Indonesia malah jadi tergugat karena digugat UE, Ironis menolak produk Sawit Indonesia, tapi ribut mau NICKEL DARI INDONESIA.

UE bahkan  melanjutkan sengketa atas kebijakan larangan Ekspor bijih Nickel dengan mendesak WTO untuk membentuk PANEL membahas sengketa tersebut, dan hal inipun sudah diantisipasi Oleh Indonesia dengan kesiapan menghadapi Gugatan tersebut.

Alasan Gugatan adalah kebijakan tersebut menyulitkan UE untuk bisa berkompetisi dalam industri baja di dunia. Nickel yang dimaksud adalah bahan baku Stainless Steel.

Selain UE Jungkir balik akibat larangan tersebut, saat yang sama Indonesia sudah berhasil menjadi Negara penghasil Stainless Steel terbesar ke Dua setelah Tiongkok.

Bila dulu importir, saat ini malah berbalik arah.

Pemerintah Indonesia pantang mundur untuk menghadapi Gugatan tersebut, selama ini Indonesia tak banyak mendapatkan manfaat setelah puluhan tahun hanya mengekspor bijih mineral mentah saja.

" BARANG, BARANG KITA, NIKEL, NIKEL KITA, MAU EKSPOR, ATAU ENGGAK YA SUKA-SUKA KITA.  YA ..GK ," seru Presiden Jokowi.

Kita hargai UE yang melarang masuknya produk Sawit dari Indonesia, mereka punya alasan tersendiri terkait sumber Energi Terbarukan, tapiiii...UE juga harus bisa menghargai Indonesia doong,  yang tidak mau Ekspor Nikel.

UE seakan terkesan mau menangnya sendiri saja, kebijakan mereka tentang Sawit menyulitkan Indonesia, tapi giliran merasa sulit malah menggugat balik, ini sama - sama jadi penggugat di dua kasus yang berbeda tapi saling keterkaitan.

Dulu ada anekdot lucu...

INDONESIA kirim bahan mentah, kemudian bahan tersebut diproduksi oleh negara lain menjadi produk jadi, lalu Indonesia impor produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi...miris sih memang tapi itu kenyataannya selama ini ...

Sama halnya Indonesia Ekspor minyak mentah, lalu diproses di kilang minyak negara tetangga, kemudian Produk BBM di impor balik ke Indonesia.

Apa tidak lucu tuh ...coba ..?

Jadi paham kan sampai disini, kenapa mau bangun satu kilang minyak di negeri ini begitu susah nya setengah abad pun tidak berhasil..?

INILAH YANG SEDANG DI PERJUANGKAN OLEH JOKOWI.

Larang Ekspor bahan mentah itu artinya, investor harus tanamkan modal di Indonesia untuk mengolah dan mengekspor barang turunannya tersebut.

Maka Wajib kita dukung Pemerintah soal ini,.Dan Harus Waspada, yang baku jangan mau diadili domba, dan harus tetap bersatu.

Masih ingat kan Pegawai Badan Intelijen dari salah satu Negara di Eropa yang berkunjung ke Markas Efpe'i...?

https://money.kompas.com/read/2021/01/15/203805526/uni-eropa-gigih-tolak-sawit-indonesia-butuh-nikelnya?

Posting Komentar

0 Komentar